Imperialisme Mie Instan !!!

jasa pembuatan toko online murah

"sorgum"Saya mau bertanya kepada anda, karbohidrat apa yang paling sering dikonsumsi masyarakat di negeri ini? saya yakin anda pasti akan menjawab “nasi”.

Saya pastikan anda salah? yang benar adalah gandum. Gandum merupakan bahan dasar pembuatan roti dan mie.

faktanya dalam setiap mangkuk mie instant yang begitu digemari, ada beban tertanggung  yang mengakibatkan negara ini begitu tergantung dengan negara lain. Dan ketergantungan mutlak suatu negara kepada negara lain, adalah suatu kerawanan ketahanan pangan nasional yang semestinya disikapi dengan serius.

Fakta 1:

Bahwa konsumsi tepung terigu masyarakat kita ternyata sedemikian tingginya. Indonesia merupakan negara pengimpor gandum terbesar nomer 2 di dunia (kita mengimpor 100% gandum wahai sodara-sodaraku) padahal gandum sebagai bahan dasar terigu bukan makanan asli masyarakat kita, mengingat gandum tidak tumbuh di indonesia.

Berdasarkan laporan United State Department of Agriculture(USDA) Mei 2012, impor gandum Indonesia diprediksi menembus 7,1 juta ton, bandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 6,7 juta ton.

Fakta 2:

Amerika Serikat (USA) merupakan produsen gandum terbesar di dunia. Tahun 1998 waktu krisis moneter, IMF menuntut indonesia menghapuskan bea masuk impor gandum, dan mensubsidi harga terigu di pasaran, katanya untuk menekan inflasi. sementara disisi lain kita harus mencabut subsidi bbm, listrik dll.

Fakta 3:

Sampai saat ini bea masuk impor untuk gandum adalah 5%. Bisa dibikin 0% apabila laju inflasi meningkat. Bandingkan dg Thailand yang 70% dan Srilanka yang 25%. artinya apa Thailand memproteksi padi sebagai bahan pangan utama di negaranya agar tidak terambil alih oleh gandum.

Fakta 4:

Coba kalkulasikan berapa banyak asupan terigu yang anda konsumsi rata-rata. mulai dari pisang goreng, molen, sampai roti tawar, biskuit, dan yang paling mengesankan adalah mie instan yang biasanya dibeli minimal 1 dus sebulan oleh keluarga kita.

(faktanya mie adalah menu andalan warung-warung kecil, warnet, dan mie instant adalah menu pilihan ketika anda melewati malam yang dingin dan kelaparan sambil nongkrong atau ketika di bis kota atau kereta api)

Fakta 5:

Dan yang paling mengejutkan, Indonesia ternyata NEGARA KONSUMEN MIE INSTANT terbesar KEDUA setelah gabungan China & Hongkong. Dengan rata2 konsumsi perkapita adalah TERTINGGI di dunia!!! 65 pcs per kapita per tahun (Estimated by World Instan Noodle Association, April 2008). Gila gak sih!!!

Halooo…Ada yang sadar, kapan kita mulai menggeser beras sebagai makanan pokok kita menjadi tepung terigu ???

Fakta 6:

impor biji gandum dilakukan oleh pemerintah melalui BULOG dan siapa yang kemudian mengolahnya jadi tepung terigu wahai akhi?? PT Bogasari mengolah 70% gandum dari BULOG, dan kini PT Bogasari sudah diakuisisi oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk, salah satu produsen mie instant terkemuka di negara ini. mmmh tentu saja akan selalu makmur dan sukses

 

Keenam fakta tersebut begitu mengesankan saya

Mari kita berkaca kepada Mesir, Mesir adalah negara konsumen gandum terbesar pertama di dunia. Dan apa yang terjadi ketika kemelut terjadi di Mesir. Amerika Serikat menghentikan ekspor gandum ke Mesir, lalu apa yang terjadi!! tralala—>kelangkaan pangan, inflasi, dan kemelut ekonomi.

Gampang bukan untuk mengacaukan perekonomian negara. Gak usah pake perang. Jika di Amerika Serikat terjadi penurunan produksi gandum. Otomatis harganya pasti naik. Well, pilihan pemerintah ya cuma subsidi subsidi dan subsidi, untuk mau menekan inflasi.

Jadi marilah kita renungkan dan action apakah ketergantungan kita terhadap gandum perlu dilanjutkan tanpa memikirkan bahan penggantinya, atau kemungkinan budidaya di indonesia.

semoga suatu saat nanti, kita tidak hancur karena ketergantungan terhadap gandum (apa yang terjadi kalau tiba-tiba produksi gandum dunia menurun sampai hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan negara-negara penghasilnya saja, atau untuk 3 negara importir terbesar saja. terpikir tidak berapa harga mie instant pada waktu itu nanti ya?? berapa nilai sepotong roti tawar then…dan seberapa jauh kita akan terpuruk lagi, bukan karena minyak kali ini, tapi karena GANDUM!!!

Jadi solusinya apa?

1. Kurangi ketergantungan pada gandum

2. Pemerintah selayaknyalah mencari tanaman penghasil tepung terigu sebagai pengganti gandum yang bisa ditanam di negara kita secara massal. Ide dahlan iskan akan pengganti gandum kayaknya layak untuk dilaksanakan,

"biji sorgum"

Kebiasaan kita makan mi dan roti tidak akan bisa dibendung lagi. Berarti pemakaian gandum akan terus meningkat.
Padahal, kita tidak bisa menanam gandum di Indonesia. Tanah kita dan iklim kita tidak cocok untuk tanaman gandum.
Kecuali, ahli-ahli pertanian kita menemukan cara baru kelak. Yakni, cara memanfaatkan lahan yang tidak subur untuk
gandum. Kita tidak mungkin menggunakan sawah-sawah subur kita karena akan mengancam tanaman padi.

Itulah sebabnya, setelah belajar dari apa yang dilakukan BUMN PT Hijau Lestari di Jabar, saya terpikir untuk
mengembangkan sorgum. Tanaman itu tidak asing bagi saya. Waktu kecil saya pernah menanam sorgum di desa saya.

Waktu itu disebut jagung cantel. Bisa untuk nasi, bubur, camilan, ataupun tepung. Bisa juga untuk marning (popcorn
dalam bentuk yang lebih kecil).

Memang tepung sorgum memiliki kelemahan: tepungnya tidak bisa mengembang. Tidak seperti terigu. Karena itu,
tepung sorgum tidak bisa untuk membuat roti. Harus dicampur gandum. Kalau dicampur gandum, rotinya justru akan
lebih baik. Dengan demikian, impor gandum bisa berkurang 30 persen. Satu jumlah yang sangat besar.

Tapi, sorgum memiliki kelebihan yang luar biasa. Di samping harganya lebih murah, tepung sorgum tidak mengandung
unsur gluten, zat yang bisa membuat anak menjadi autis. Karena itu, untuk makanan seperti kue dan biskuit yang tidak
memerlukan proses mengembang, sorgum adalah jawabnya.

 

Ad Widget

Recommended For You

gplus-profile-picture

About the Author: admin

Kangdadang earned his Diploma degree from dr Otten Academy of Nursing, Bandung in 2002. 2010 He joined the accounting graduate program In economics faculty at The University of Kepulauan Riau. He received his Master of Science degree in Human Resource in 2013 from The University of Batam. While his work at local government, Kang Dadang also interest on IM, today he manage many blog and owner of Pesonaweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *