Ad Widget

Yuk Tunaikan Zakat, Fidyah dan Utang Puasa

Ramadhan sebentar lagi berakhir, sudahkah anda menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang terhutang semenjak puasa tahun-tahun sebelumnya? mengganti puasa, atau membayar fidyah atau kafarat. dan menunaikan zakat fitrah, zakat mal/harta. zakat dan fidyah bukan semata-mata masalah ketuhanan  merupakan esensi ketuhanan, dan  sosial antara yang diberikan kelebihan rizki dan yang masih ditunda.

Ada hal menarik dari diskusi kami beberapa malam lalu di mesjid sehabis taraweh mengenai zakat atas tanah yang dimiliki secara sah tetapi tidak produktif, atas tanah yang sedang diolah tetapi hasilnya baru akan dinikmati beberapa tahun kemudian, atas bangunan yang ditempati, atas penghasilan dari sewa bangunan (rumah kost). Dasar pemikiran diskusi ini berawal dari logika bahwa emas/perak yang disimpan dikenai zakat jika telah mencapai nishabnya, nah… lalu bagaimana dengan tanah? secara logika merupakan simpanan dalam bentuk sebidang tanah.
Kesimpulan dari diskusi itu menjabarkan bahwa atas tanah yang tidak produktif tidak dikenai zakat, zakat yang dikenakan hanya sekali saat pembelian tanah tersebut yaitu senilai 2,5%. Atas tanah yang diolah dan menghasilkan setiap tahunnya dikenakan zakat pertanian/perkebunan. atas tanah yang masih dalam tahap pengolahan dan belum menghasilkan tidak dikenai zakat.
Untuk bangunan tempat tinggal dizakati pada saat pembelian tunai pertama saja (jika telah lunas), sedangkan bangunan yang disewakan (di kostkan)  dikenai zakat terhadap penghasilan sewanya senilai 2,5%.

Akan halnya dengan fidyah yang dipersyaratkan hanya untuk ;

Artinya, “Dan orang-orang yang tidak mampu berpuasa hendaknya membayar fidyah, dengan memberi makan seorang miskin” [Al-Baqarah : 184]

ayat ini adalah dikhususkan bagi orang-orang yang sudah tua renta (baik laki-laki maupun perempuan), orang yang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya, ibu hamil dan menyusui, jika dikhawatirkan keadaan keduanya, diperbolehkan berbuka dan memberi makan setiap harinya seorang miskin.

Penjelasan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma.

Engkau telah mengetahui wahai saudaraku seiman, bahwasanya dalam pembahasan yang lalu ayat ini mansukh berdasarkan dua hadits Abdullah bin Umar dan Salamah bin Al-Akwa Radhiyallahuma, tetapi ada riwayat dari Ibnu Abbas yang menegaskan bahwa ayat ini tidak mansukh dan ini berlaku bagi laki-laki dan wanita yang sudah tua dan bagi orang yang tidak mampu berpuasa, maka hendaknya mereka memberi makan setiap hari seorang miskin. [Hadits Riwayat Bukhari 8/135]

Telah shahih bagi kakek dan nenek yang sudah tua jika tidak mampu berpuasa, ibu hamil dan menyusui yang khawatir keadaan keduanya untuk berbuka, kemudian memberi makan setiap harinya seorang miskin. [Ibnu Jarud 381, Al-Baihaqi 4/230, Abu Dawud 2318 sanadnya Shahih]

Musafir Gugur Puasanya dan Wajib Mengqadha’

Barangsiapa menyangka gugurnya puasa wanita hamil dan menyusui sama dengan musafir sehingga mengharuskan qadha’, perkataan ini terbantahkan karena Al-Qur’an menjelaskan makna gugurnya puasa bagi musafir.

Firman Allah yang artinya,

“Barangsiapa diantara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah bagimu berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain” [Al-Baqarah : 184]

Dan Allah menjelaskan makna gugurnya puasa bagi yang tidak mampu menjalankannya dalam firman-Nya.

Artinya,  “Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah (yaitu) memberi makan seorang miskin” [Al-Baqarah : 184]

Maka jelaslah bagi kalian, bahwa wanita hamil dan menyusui termasuk orang yang tercakup dalam ayat ini, bahkan ayat ini adalah khusus untuk mereka.

[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii
Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan
Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]

About the Author: admin

Kangdadang earned his Diploma degree from dr Otten Academy of Nursing, Bandung in 2002. 2010 He joined the accounting graduate program In economics faculty at The University of Kepulauan Riau. He received his Master of Science degree in Human Resource in 2013 from The University of Batam. While his work at local government, Kang Dadang also interest on IM, today he manage many blog and owner of Pesonaweb.com

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: