Ad Widget

Pelayanan Samsat Kota Batam semakin baik

Hari rabu beberapa minggu kemarin saya baru saja membayar pajak kendaraan di kantor Samsat yang baru di Batam centre, kebetulan kendaraan roda empat tersebut sudah habis masa pajaknya di bulan juni. Jadi dapat dibilang saya telat membayar pajak “…mmh bukan warga negara yang baik”. Berdasarkan hitung-hitungan saya denda administrasi keterlambatan pembayaran pajak kendaraan tersebut seperduabelas dari total pajak kendaraan per tahunnya. Sebelumnya saya biasa bayar pajak di kantor Samsat lama yang berada di jalan kuda laut, Batu Ampar. Stereotip saya pastilah pelayanan Samsat yang di gedung baru dengan yang lama sama saja (sama saja ribetnya), Ngantri berjam-jam, malah kadang nyampe berhari-hari, pungli dimana-mana ngakunya buat ganti map lah inilah itulah …woalah pokoknya menyebalkan.

Jadi ujar-ujar yang mengatakan seharusnya pekerjaan itu mudah tapi dibikin susah, itu betul adanya. Kalo bisa dipersulit kenapa harus dibikin mudah, mungkin itu jargon mereka. Tapi rupanya banyak hal telah berubah, Samsat kali ini sudah mengubah citra buruknya sedikit demi sedikit, saya lihat ada beberapa orang baru di bagian pendaftaran dan administrasi. mungkin karena gedung baru semangat baru. Saya tidak perlu berlama-lama disana, hanya butuh waktu kurang lebih 1 jam  dalam urusan bayar membayar pajak ini. Jika dibanding dengan proses di kantor lama ada alur yang dipotong di gedung baru ini, dulu kita perlu mengisi formulir sekarang tidak lagi syaratnya cukup membawa KTP asli dan fotocopynya, BPKB asli dan copynya, STNK asli dan copynya. Berkas-berkas tersebut langsung diserahkan ke loket 5 dan 6 lalu nantinya kita akan diberikan nomor antrian. Antrian pun sebenarnya gak terlalu lama karena petugas memprosesnya berbilang 10 orang sehingga cepat dan efektif. dari situ berkas tersebut diproses di loket no 4 untuk selanjutnya diberikan nomor untuk pembayaran di Kasir. Pembayaran di kasir nilainya sama dengan jumlah pajak yang harus saya bayarkan dan tentunya plus denda.

Saya harap tentunya keadaan ini terus berlanjut, bukan hangat-hangat tahi ayam. Karena memang sekarang zaman sudah berubah dan sudah saatnya harus berubah. Teknologi informasi memang salah satu faktor yang membuat perubahan itu, dengan adanya TI petugas dituntut untuk bekerja cepat dan akurat secara realtime. jadi kongkalikong kemungkinan kecil terjadi tapi tidak sebanyak dulu. Memang kalo masalah pajak seharusnyalah antara si pemungut dan si pembayar tidak langsung bertemu, karena kalau sudah bertemu timbulnya bargaining. Disitulah munculnya korupsi. Sebaiknya lah memang pembayaran pajak ke depan harus menggunakan sistem online.

Tentunya saya mendukung sekali program pemerintah kota batam yang menjadikan batam sebagai ikon DIGITAL ISLAND.

About the Author: admin

Kangdadang earned his Diploma degree from dr Otten Academy of Nursing, Bandung in 2002. 2010 He joined the accounting graduate program In economics faculty at The University of Kepulauan Riau. He received his Master of Science degree in Human Resource in 2013 from The University of Batam. While his work at local government, Kang Dadang also interest on IM, today he manage many blog and owner of Pesonaweb.com

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: