Ad Widget

Patung Tarian Rakyat – Patung “Bahenol” di Pekanbaru

 

Patung penari yang berada tepat di jantung kota Pekanbaru, Riau, masih menuai kontroversi publik hingga hari ini. Tepat berada di perlintasan Jalan Sudirman dan Jalan Gajah Mada atau tepat berada di depan kantor Gubernur disebut-sebut patung ini menelan biaya Rp 4 miliar.

"Tugu Tarian Rakyat Pekanbaru"Patung yang baru sebulan nangkring, menampilkan dua sosok pria dan wanita yang tengah menari. Sang pria mengenakan peci berada di posisi atas. Sedangkan patung wanita posisi di bawah dengan tubuh yang melentik. Melintiknya badan patung ini, membuat posisi bokongnya menjadi “bahenol”. Bokong patung yang terlihat montok itu, mengarah ke Kantor Gubernur Riau. Urusan bokong “bahenol” membuat patung dinilai erotis. Belahan bokong patung yang terlihat dengan jelas bagi masyarakat yang melintas di sana, menimbulkan protes dari berbagai pihak.

“Tarian zapin itu setiap wanita mengenakan kerudung, tapi di patung itu tidak pakai kerudung. Dan tidak ada tarian zapin posisi lelaki di atas wanita di bawah. Ini jelas tidak sesuai dengan tarian zapin itu sendiri,”

Karena soal nama diributkan, lantas Dinas Pekerjaan Umum Riau menyebut nama patung itu Titik Nol, Pekanbaru. Tugu dengan nama titik nol ini pun kena protes lagi. Karena tidak benar titik nol Pekanbaru ada di sana. Urusan nama pun di ributkan, lantas Pemprov Riau menyebutkan sebagai tugu Tarian Rakyat.

Nama patung itu juga menjadi perdebatan. Semula dinamai tugu zapin, sebuah tarian khas Melayu Riau. Tapi rupanya, tugu zapin yang disebut ini pun menuai kritikan. Alasannya, tarian zapin tidaklah sama dengan bentuk patung yang menari itu. Lalu diganti tugu Titik Nol. Tapi dikritik juga karena posisinya tidak di titik nol Pekanbaru. Lantas nama tugu berubah menjadi Tarian Rakyat.

Secara pribadi saya terus terang mengkritik, untuk apa sih membuat patung-patung yang gak jelas, dalam islam pun telah ditegaskan bahwa membuat patung itu diharamkan. apalagi melayu identik dengan islam. dapripada bikin patung 4 Milyar lebih baik bikin mesjid. udah jelas manfaatnya.

About the Author: admin

Kangdadang earned his Diploma degree from dr Otten Academy of Nursing, Bandung in 2002. 2010 He joined the accounting graduate program In economics faculty at The University of Kepulauan Riau. He received his Master of Science degree in Human Resource in 2013 from The University of Batam. While his work at local government, Kang Dadang also interest on IM, today he manage many blog and owner of Pesonaweb.com

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: