Ad Widget
berat badan bayi lahir rendah dengan ibu preeklamsi

Kelahiran Annisa yang serba was was

Alhamdulillah, anak saya yang ketiga lahir dengan persalinan normal. Kelahiran anak ketiga ini (perempuan) serba tegang dan was was, betapa tidak divonis tekanan darah tinggi (preeklamsi) dengan sistole (batas atas)150 dan diastole (batas bawah) 100 sejak bulan ke-8 (diatas 30 minggu), dengan perkembangan berat-badan bayi stagnan di 1700-1900 gram (pembacaan versi USG), membuat saya dan isteri cemas.

Generic Banner

Saya share pengalaman ini untuk sobat semua dari sisi seorang suami (ayah) :

Bulan ke-8 tepatnya awal Agustus 2019 kami kontrol kembali ke dokter spesialis kandungan, dan seperti biasa di cek tekanan darah. Betapa kagetnya isteri saya karena tensinya berada di 140/100. Sampai di cek 2 kali hasilnya tetap sama. Setelah diperiksa USG 3D ternyata perkembangan plasenta kurang memuaskan terdapat bercak pada area plasenta yang menurut dokter itu bahasa awamnya ada bolong-bolong plasentanya sudah gak bagus, nanti dampaknya ke suplai nutrisi ke bayi yang kurang sehingga perkembangannya tidak signifikan. Dokter juga bilang dengan tensi sedemikian sangat membahayakan ibu dan bayinya. Dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindakan untuk mengeluarkan bayinya.

 

tentunya dengan penjelasan dokter tersebut isteri dan saya kaget sekaget kagetnya. Banyak pertanyaan di kepala, tapi tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Rujuk ke Rumah Sakit

24 Agustus 2019, Kontrol Pertama

2 Minggu sejak pemeriksaan USG 4D dimana istri saya pertama kali terdeteksi Tensi Tinggi. Kami minta rujukan dari klinik Harapan Kita ke Rumah Sakit Elisabet Batam Kota.  

Hasil Kontrol:

Hasil pemeriksaan Tekanan Darah 140/100, BB bayi 1700 gram, plasenta tidak bagus, dokter menyuruh kami periksa urine di laboratorium. Hasil urine untuk protein masih normal. Kami diberikan surat pengantar agar 2 minggu lagi kontrol kembali. Isteri saya harus banyak makan yang bergizi, agar bisa mengejar berat badan bayi yang seharusnya sesuai kehamilan, normalnya lebih dari 2000 gram atau minimal 2500 gram.

10 September 2019, Kontrol Ulang

Kami kontrol ulang ke RSEBK sesuai jadwal yang di buat dokter pada kontrol pertama. Kami tidak perlu ke Klinik lagi untuk ambil rujukan faskes 1. Bisa langsung ke rumah sakit karena masih dalam 1 siklus pengobatan. Usia kandungan isteri antara 37-38 Minggu

Hasil kontrol:

Hasil pemeriksaan USD memperlihatkan BB bayi 1900 gram naik 100 gram dari pemeriksaan 2 pekan lalu. Bolong-bolong (ruptur) dari plasenta semakin jelas dan besar. Isteri saya disarankan rawat inap untuk mengontrol tensinya, dan diberikan obat untuk memperkuat paru-paru bayi dan jika tidak bisa terkontrol tensinya tindakan operasi caesar harus segera dilakukan.

Atas saran dokter kandungan tersebut, kami masih pikir-pikir untuk dilakukan tindakan operasi caesar, kami memilih untuk rawat inap dulu untuk kontrol tekanan darahnya dan memperkuat paru-paru bayi. Dokter memberikan surat pengantar untuk rawat inap. (Seharusnya dirawat inap pada hari ini juga, tetapi kami belum bisa dan hari jumat baru bisa rawat inap, atas penolakan ini suster memberikan form tindakan penolakan rawat inap)ke 

13 September 2019, Rawat Inap

Jumat sore kami pergi kembali ke RSEBK untuk rawat inap, dengan membawa pengantar dari dokter. Lepas maghrib kami baru diantar ke kamar persalinan khusus kebidanan, Kami tidak ditempatkan di kamar inap perawatan. Sesuai intruksi dokter mungkin agar termonitor. Setelah pengkajian pasien, isteri saya diinfus dan diberikan beberapa obat cair.  Tetapi karena itu ruang persalinan membuat isteri saya tidak bisa tidur, sehingga minta dipindah ke kamar perawatan biasa. Sekitar Jam 22.00 kami dipindah ke kamar perawatan, sesuai kelasnya seharusnya kami di kelas 1. Tetapi karena penuh kami ditempatkan di kelas 2. Kelas 2 ini terdiri dari 3 tempat tidur dan ber AC, 1 TV dan 1 Kamar Mandi.  Kebetulan cuman ada 1 pasien lainnya di kelas 2 ini. Setelah dipindahkan ke kamar rawat inap baru isteri saya bisa tidur.

14 September 2019, Rawat Inap

Hari Sabtu pagi sekitar jam 09.00 dokter visite, dan masih meneruskan pengobatan yang sama.

15 September 2019, Rawat Inap

Hari Minggu Kami dipindah ke kelas 1 karena sudah ada kamar yang kosong. Dokter visite agak siangan, dan menyarankan untuk segera dilakukan operasi caesar. Isteri saya bersikeras ingin normal minta diinduksi saja dahulu. Saya pun demikian ikut. 

Masuk ke Ruangan khusus tindakan persalinan. Isteri saya mulai di berikan induksi via infus sekitar jam 18.00 WIB

Amalan yang dibaca: Sediakan air putih dalam gelas Aqua
  • Baca Al Fatihah 3x
  • Baca Surat Al -Ikhlash 5x
  • Baca (7x). أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
10 September 2019, Kontrol Ulang

MIRACLE

16.9.2019
Sampai Senin Jam 07.00 pagi pembukaan masih 3 mungkin sudah hampir habis 3 atau 4 botol cairan induksi ya. Saya berpikir masih akan lama bayi ini lahir. Sehingga jam 07.30 saya keluar Rumah Sakit hendak sholat Dhuha di Masjid Darusalam KDA. Baru sampai di masjid hendak sholat tiba-tiba HP berdering, isteri saya bilang dimana? bayinya sudah lahir. Alhamdulillah. Bergegas saya sholat dhuha, mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT betapa nikmat yang telah diberikan sehingga lahiran bayinya normal. Bagi saya ini sebuah keajaiban yang dimana secara medis hampir tidak mungkin lahir normal. 

Senin pagi, 16/9/2019: Bayi lahir normal jam. 8.25 Berat Badan 1670 gram, Tinggi Badan 44 Cm, langsung diberi ASI.
Malam hari jam 22.00 keluar Hasil laboratorium trombosit 75 normal [150-400)
Hasil telpon Dokter Anak dengan suster akan melakukan tindakan pasang infus untuk diberikan antibiotik. Minta ttd form oleh keluarga. Kita setujui ttd.

[17.09.2019]
BB =1640 gram
sore jam 18.00-1900 jenguk diberikan asi.
Aminopylin inj jam 10 dan 22
Pycin jam, 12, 24

Tgl 17 malam dipasang OGT krm kata suster ke dokter anak malas minum. Kami tdk diberitahu.

[18.09.2019]
Tgl 18 siang jam 11-12.00 jenguk Dede gak bisa kasih ASI karena pake OGT. (dipasang semalam)
Obat obatan yg dikasih
Pycin powder
Aminotr
Ottogenta inj

[19.9.2019]
BB =1700 gram
Inj ottogenta jam 12 (8mg/36jam)
Ambil obat
2 jarum, infus No 24 warna kuning
Amino inj 1
Alkohol swab 2

[20.9.2019]
BB = 1710 gram
Injeksi ottogenta jam 24
789-24-6

[21.9.2019]
BB = 1770 gram
Selang OGT sdh gak dipasang
Infus sudah gak dipasang, tapi jarum masih ada.

[22.09.2019]
BB = gram 1700 gram
Injeksi ottogenta jam 12.00, 8 mg/36 jam.
Obat sirup drop

Pulang jam 12.00 wib

 

7 Oktober 2019
BB = 2500 gram

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

14/10/2019 : BB Dede Annisa 2500 gram

About the Author: admin

Kangdadang earned his Diploma degree from dr Otten Academy of Nursing, Bandung in 2002. 2010 He joined the accounting graduate program In economics faculty at The University of Kepulauan Riau. He received his Master of Science degree in Human Resource in 2013 from The University of Batam. While his work at local government, Kang Dadang also interest on IM, today he manage many blog and owner of Pesonaweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: