Klook.com
jasa pembuatan repository kampus

Cara Mendaftar di BPJS Kesehatan

Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Nasional terbagi menjadi dua, yaitu :

1. Kelompok peserta baru

2. Pengalihan dari program terdahulu, yaitu Asuransi Kesehatan (ASKES), Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKM), Tentara Nasional Indonesia (TNI), POLRI, dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK).

Kepesertaan BPJS Kesehatan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan sebagaimana diubah dengan PERPRES 111 Tahun 2013, terdiri atas dua kelompok, yaitu:

1. peserta penerima bantuan iuran (PBI)

Peserta PBI adalah orang yang tergolong fakir miskin dan tidak mampu, yang preminya akan dibayar oleh pemerintah.

2. peserta bukan PBI.

Sedangkan yang tergolong bukan PBI, yaitu pekerja penerima upah (pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI/Polri, pejabat negara, pegawai pemerintah non-pegawai negeri, dan pegawai swasta), pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja (investor, pemberi kerja, pensiunan, veteran, janda veteran, dan anak veteran).

contoh kartu peserta BPJS Kesehatan

Dua kelompok selain kelompok pengalihan dan PBI memiliki prosedur pendaftaran masing-masing.

Tata cara pendaftaran BPJS untuk pekerja penerima upah non-pegawai pemerintah:

1. Perusahaan mendaftar ke BPJS Kesehatan.
2. BPJS Kesehatan melakukan proses registrasi kepesertaan dan memberikan informasi tentang virtual account untuk perusahaan (di mana satu virtual account berlaku untuk satu perusahaan).
3. Perusahaan membayar ke bank dengan virtual account yang sudah diberikan BPJS Kesehatan.
4. Perusahaan mengkonfirmasikan pembayaran ke BPJS Kesehatan.
5. BPJS Kesehatan memberikan kartu BPJS Kesehatan kepada perusahaan.

Tata cara pendataran BPJS untuk pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja:

Dalam hal ini termasuk kepesertaan baru individu/personal.

Kelengkapan dokumen yang harus dibawa: KTP dan Kartu Keluarga

1. Calon peserta pergi ke Kantor ASKES/BPJS terdekat (jika di Batam, lokasinya di Ruko Simpang kara depan Perumahan Duta Mas)

2. Calon peserta melakukan pendaftaran ke BPJS Kesehatan dengan mengisi formulir pendaftaran isian peserta dan menunjukkan kartu identitas (KTP, SIM, KK atau paspor).

3. BPJS Kesehatan memberikan informasi tentang virtual account calon peserta.

Virtual account berlaku untuk masing-masing individu calon peserta. Kemudian calon peserta melakukan pembayaran ke bank  (BNI, BRI, Mandiri) yang ditunjuk BPJS dengan virtual account yang sudah diberikan oleh BPJS Kesehatan.

4. Peserta melakukan konfirmasi pembayaran iuran pertama ke BPJS Kesehatan.

5. BPJS Kesehatan memberikan kartu BPJS Kesehatan kepada peserta.

Prosedur pendaftaran ulang untuk peserta pengalihan program terdahulu juga akan mendapatkan kartu BPJS Kesehatan. Namun, bila peserta tidak membawa kartu BPJS ketika berobat, maka bisa menggunakan kartu yang lama. Rinciannya:

Anggota TNI/POLRI dapat memperlihatkan Kartu Tanda Anggota  (KTA) atau Nomor Register Pokok dan mantan peserta Jamsostek bisa menggunakan kartu JPK Jamsostek. Begitu juga dengan mantan peserta Askes dan Jamkesmas, sepanjang data peserta tersebut terdaftar di master file kepesertaan BPJS Kesehatan.

Semoga bermanfaat:

Artikel lainnya tentang BPJS:

Tarif BPJS Kesehatan

Perpres 111 Tahun 2013

 

About the Author: admin

Kangdadang earned his Diploma degree from dr Otten Academy of Nursing, Bandung in 2002. 2010 He joined the accounting graduate program In economics faculty at The University of Kepulauan Riau. He received his Master of Science degree in Human Resource in 2013 from The University of Batam. While his work at local government, Kang Dadang also interest on IM, today he manage many blog and owner of Pesonaweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//graizoah.com/afu.php?zoneid=3423089
%d bloggers like this: