Ad Widget
Neraca akhir pemda

Akuntansi Akrual Basis

Belum lagi genap 10 tahun menggunakan akuntansi berbasis kas sesuai SAP tahun 2002, Pemerintah Daerah sudah diwajibkan menggunakan akuntasi berbasis akrual (akrual basis). Tahun 2015 adalah tahun dimana Pemerintah Daerah diharuskan menggunakan akrual basis. Tidak bertahap… Langsung prung istilah sundanya.

Generic Banner

Secara harfiah pembagian akuntansi berbasis akrual dan basis kas didasarkan pada pengakuan transaksinya. Akuntasi berbasis kas didefinisikan sebagai pengakuan suatu transaksi yang dicatat pada saat pembayaran diterima. Sedangkan Akuntasi berbasis akrual atau akrual basis diartikan sebagai pengakuan suatu transaksi pada saat terjadinya suatu transaksi, walaupun uang belum diterima.

Jadi jelas jika basis akrual mengisyaratkan pencatatan dilakukan terlebih dahulu walaupun uang belum diterima. sebagai contoh Dispenda mengeluarkan surat ketetapan pajak bumi dan bangunan (SKP PBB) maka di bendahara penerimaan SKP tersebut sudah dicatat sebagai penerimaan di bagian piutang.

akuntansi berbasis akrual
contoh neraca saldo akuntansi akrual basis pada pemda

Latar Belakang Basis Akrual

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan, pasal 4 ayat (1) Pemerintah menerapkan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)
berbasis Akrual. SAP Berbasis Akrual adalah SAP yang mengakui pendapatan, beban, aset, utang, dan ekuitas dalam pelaporan finansial berbasis akrual, serta mengakui pendapatan, belanja, dan
pembiayaan dalam pelaporan pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam
APBN/APBD. SAP berbasis akrual tercantum dalam Lampiran I PP 71 Tahun 2010.

Kerangka Konseptual Basis Akrual

Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual paragraf 60 menyatakan
bahwa Laporan keuangan pemerintah terdiri dari laporan pelaksanaan anggaran (budgetary
reports), laporan finansial, dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).

Laporan pelaksanaan anggaran terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih.

Laporan finansial terdiri dari Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), dan Laporan Arus Kas.

CaLK merupakan laporan yang merinci atau menjelaskan lebih lanjut atas pos-pos laporan
pelaksanaan anggaran maupun laporan finansial dan merupakan laporan yang tidak terpisahkan dari
laporan pelaksanaan anggaran maupun laporan finansial.

Bagaimana dengan SAP untuk Pemda?

Pemerintah Daerah wajib menyusun laporan keuangan yang terdiri Laporan Pelaksanaan
Anggaran dan Laporan Finansial. Laporan Pelaksanaan Anggaran meliputi Laporan Realisasi
Anggaran (LRA) dan Laporan Perubahan SAL, sementara itu Laporan finansial terdiri dari Neraca,
Laporan Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas serta Laporan Arus Kas. Disamping itu
SKPD harus menyusun Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).

Karena Laporan Pemda sebagaimana disebutkan di atas dihasilkan dari penggabungan
laporan berbagai SKPD dan BUD maka agar Pemerintah Daerah dapat menghasilkan LRA dan LO
sebagaimana dijelaskan di atas, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus menyusun LRA dan LO.
LRA SKPD menyajikan informasi mengenai pendapatan dan belanja baik anggaran maupun realisasinya yang pengakuannya menggunakan dasar pengakuan sesuai dokumen anggaran. Sementara itu LO menyajikan Pendapatan dan Beban yang pengakuannya berdasarkan dasar akrual.

Dalam Basis akrual akan dikenal istilah akun rekening “RK-PPKD” yang bertujuan untuk mencatat hubungan keuangan antara SKPD dengan Bendahara Umum Daerah (BUD).

Draft Permendagri tentang sistem akuntansi yang berbasis akrual bagi pemerintah daerah yang akan diberlakukan pada Tahun 2015 telah dilakukan pembahasan. Anda dapat mempelajari draft tersebut, silahkan download draft permendagri berbasis akrual

Contoh transaksi berbasis akrual pada unit finansial di pemda bisa anda lihat pada artikel selanjutnya mengenai contoh transaksi basis akrual pada pemerintah daerah

 

About the Author: admin

Kangdadang earned his Diploma degree from dr Otten Academy of Nursing, Bandung in 2002. 2010 He joined the accounting graduate program In economics faculty at The University of Kepulauan Riau. He received his Master of Science degree in Human Resource in 2013 from The University of Batam. While his work at local government, Kang Dadang also interest on IM, today he manage many blog and owner of Pesonaweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: