Metro TV dan TVOne Propaganda Gaya Baru

jasa pembuatan toko online murah

batu besar trackTahukah anda “Joseph Goebbels“? Goebbels adalah salah satu tokoh Nazi Jerman pendukung utama Adolf Hitler pada masa Perang Dunia Kedua (1940-1945). Oleh Hitler (Reich Ketiga) Goebbels diberi posisi kunci sebagai Menteri Propaganda Nazi.

Sebagai seorang propagandis, Goebbels banyak disegani oleh para ilmuwan, bahkan hingga sekarang. Itu karena ia dianggap sebagai pelopor dan pengembang teknik propaganda modern (kini: Kehumasan). Teknik jitu hasil kepiawaiannya diberi nama Argentum ad nausem atau lebih dikenal sebagai teknik Big Lie (kebohongan besar). Prinsip dari tekniknya itu adalah menyebarluaskan berita bohong melalui media massa sebanyak mungkin dan sesering mungkin hingga kemudian kebohongan tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran. Sederhana namun mematikan. Ia juga mempelopori penggunaan siaran radio sebagai media propaganda massal. Dengan menggunakan radio gelombang pendek yang mampu menjangkau berbagai belahan bumi, ia menyebarluaskan doktrin Nazi. Bahkan pada tanggal 18 Februari 1943, ia mengumandangkan Perang Propaganda Total demi menaikkan moral balatentara Jerman di medan perang. Goebbels menjadi orang ketiga yang paling populer di Jerman setelah sang Führer dan Martin Bormann. Saat kekalahan Jerman, ia bunuh diri bersama anak-istrinya.

Nah apa hubungannya Goebbels, Metro TV dan TVOne!? Ya jelas donk ada hubungannya. Metro TV dan TVOne saya asumsikan sebagai TV Propaganda Politik si empunya. Tak perlu saya jelaskan siapa empunya sia itu TV. Yang jelas mereka kepunyaan Para Politikus Senior dari elite Partai yang pernah berjaya di negeri ini. Cuman bedanya mereka menggunakan saluran TV dengan berita-berita yang hampir 80-90% kebenarannya, diulang-ulang dan tentu saja menyudutkan partai penguasa. Siapapun pemirsa yang melihat dan mendengar, jika dicekoki terus menerus oleh berita-berita tersebut tentulah akan terekam oleh memori mereka apa inti dari berita itu. Secanggih apapun partai penguasa takkan bisa membendung kebencian dari pemirsa TV yang mendengarnya. Itulah Propaganda…dilakukan terus-menerus berkesinambungan, sehingga dengan sesering mungkin orang mendengar maka ketidak sukaan atas kejadian yang diberitakan akan semakin memuncak.

Selayaknya lah TV-TV tersebut patut merenungkan dampak sosial dari pemberitaan sedemikian itu. Saya termasuk orang yang kolot. Jika ada suatu borok jangan diungkap ke publik, jika ada suatu cela jangan sampai publik mengetahui. Saya lebih berprinsip selesaikan saja di jalur hukum atau secara internal. Karena menurut saya membuka aib termasuk perbuatan yang dimurkai Allah. Mungkin banyak orang tidak sadar termasuk para redaksi beritadari Televisi itu, mereka berpendirian dengan membuka aib merupakan bagian dari demokrasi dan kebebasan pers. Tapi bagi saya itu termasuk pembangkrutan terhadap kehidupan sosio dan ekonomi negara. Muncul ketidakpercayaan pada pemerintah,muncul pembangkangan, dan akhirnya masyarakat tidak taat hukum, tidak tertib sosial dan pelecehan dimana-mana.

Sungguh mau dibawa kemana negara ini dengan kebebasan persnya.

Saya memang berprinsip kolot, andai negara ini menjadi suatu kerajaan lagi, menengok seperti Brunei Darusallam, menengok Kesultanan Yogyakarta, menengok Kerajaan Uni Emirat Arab, menengok Kerajaan Arab Saudi….Mereka semua kerajaan2 yang tidak mempergunakan perdana menteri atau presiden, yang memang tidak ada dalam ajaran Islam. Ajaran Islam hanya mengenal Pimpinan Umat yang dinamakan Khalifah/Sultan sedangkan daerah-daerah nya dikepalai seorang Gubernur. Mereka adalah kerajaan yang tidak mengenal kebebasan pers,  mereka juga tidak mengenal rakyat yang pembangkang. Semuanya tunduk dan patuh pada pimpinan.

Kapan negaraku menjadi seperti itu.

Puchhh aku memang kolot.

baca juga:

Tahukah anda dengan “Heinrich Luitpold Himmler” atau lebih terkenal sebagai Heinrich Himmler, Himmler adalah seorang tokoh berpengaruh di Nazi Jerman pada masa perang dunia ke II. Ia seorang pengendali penuh atas  SS (pasukan pengawal Hitler) dan Gestapo (Polisi Rahasia Nazi Jerman).

Ad Widget

Recommended For You

gplus-profile-picture

About the Author: admin

Kangdadang earned his Diploma degree from dr Otten Academy of Nursing, Bandung in 2002. 2010 He joined the accounting graduate program In economics faculty at The University of Kepulauan Riau. He received his Master of Science degree in Human Resource in 2013 from The University of Batam. While his work at local government, Kang Dadang also interest on IM, today he manage many blog and owner of Pesonaweb.com